QS Yusuf, 12: 54-56
Ketika raja Mesir telah membuktikan kebersihan diri Yusuf As. dari yang dituduhkan kepadanya serta keamanahannya, sang raja berkata:
"... Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku ..."
Pada saat para utusan raja itu mendatangainya, Yusuf As pun keluar bersamanya. Ia berdoa bagi penghuni penjara dan menuliskan dibalik pintunya, "Ini adalah kuburan orang hidup, rumah keprihatinan, ujian orang-orang yang jujur, dan kesenangan musuh atas bencana yang menimpa orang lain."
Setelah Yusuf As mandi dan mengenakan pakaiannya, ia bersegera menuju sang raja.
Ketika sudah sampai di hadapannya dan berbicara dengannya, dia (raja) berkata, "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan dipercaya."
Dia (Yusuf) berkata, "Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir)...".
Lalu raja pun mengangkat Yusuf As. sebagai bendahara setahun kemudian. Lalu dilimpahkan pula kepadanya kewenangan untuk memberi putusan-putusan dan hukum-hukum yang sudah biasa dijalankan. Selain itu diserahkan pula jabatan kementrian Aziz setelah tuannya itu meninggal dunia. Kemudian setelah itu Yusuf As. dinikahkan dengan Zulaikha (dikatakan juga bahwa namanya adalah Rael), mantan istri tuannya itu.
Pada saat Yusuf As. menemuinya, beliau berkata, "Bukankah ini lebih baik dari apa yang engkau inginkan?"
Zulaikha menjawab, "Wahai yang terpercaya (kebenarannya), janganlah engkau mengejekku, sesungguhnya aku ini seorang perempuan cantik dan elok di kerajaan maupun di dunia. Suamiku dulu adalah seorang yang tidak dapat menggauli perempuan sehingga kamu saat ini mendapatiku masih perawan."
Dari pernikahan ini lahirlah dua orang putra yaitu Efraim dan Manasye.
Sejak Nabi Yusuf As. bisa menguasai perbendaharaan Mesir, beliau mengajak raja Rayan untuk beriman. Sang raja pun beriman kemudian meninggal dunia. Setelah itu, kerajaan Mesir dipegang oleh Qabus bin Mus'ab. Nabi Yusuf As., mengajaknya beriman, tetapi ia menolaknya.
Sumber: Al Qur'anul Karim, al Haramain, Tafsir ringkas ayat-ayat pilihan, hal. 242, Cordoba, Edisi Cetak Kesebelas, April 2016.

This comment has been removed by the author.
ReplyDelete