Thursday, 26 January 2017

Muatan Perahu Nabi Nuh AS

QS Hud, 11: 40

Ketika mata air telah memancarkan air, Nabi Nuh As. membawa berbagai jenis hewan sepasang-sepasang sesuai dengan perintah Allah SWT, ketiga putra beliau, yaitu Sam, Ham, Yafis, beserta istri-istri mereka.  Mereka yang bersama Nabi Nuh As. berjumlah tiga belas orang.
Ibnu Abbas As. menyebutkan, bahwa yang ada pada kapal itu berjumlah delapan puluh orang laki-laki, semuanya Bani Syais, kecuali seorang yang bernama Jurhum.
Menurut Qatadah, mereka itu delapan orang, yaitu Nabi Nuh As., istrinya, serta ketiga anaknya berikut istri-istrinya.  Al-Amasy berkata, "Mereka itu tujuh orang.: Tetapi ia tidak menyebutkan di antara mereka itu istri Nabi Nuh As.  Dikatakan bahwa dibawanya pula bersama mereka jasad Nabi Adam As.


Nabi Nuh As. memasukkan berbagai macam binatang, sedangkan putra beliau yang bernama Yam berpaling karena ia kafir.  Yang terakhir masuk ke dalam kapal itu adalah keledai. Ketika sebagian tubuhnya sudah masuk, Iblis menggantungkan dirinya pada ekornya sehingga kedua kakinya itu tidak bisa naik. Nabi Nuh As memerintahkan agar masuk tetapi tetap tidak bisa, hingga beliau berkata, " Masuklah walaupun setan bersamamu." Kalimat yang diucapkannya itu lahir dari lisannya ketiak mengucapkannya.  Setan pun masuk bersama keledai itu.  Nabi Nuh As berkata kepadanya, " Apa yang membuatmu masuk, wahai musuh Allah?" Setan menjawab, "Bukankah engkau mengatakan, 'masuklah walau setan bersamamu'?". Maka, beliau (Nuh As) pun membiarkannya.

Pada saat Nabi Nuh As diperintahkan untuk memasukkan semua hewan ke dalam kapal, beliau berkata, "Wahai Tuhanku! Apa yang harus kuperbuat terhadap macan dan sapi? Bagaimana pula dengan kambing dan serigala, burung dan kucing?" Lalu dijawab, "Hewan-hewan yang apabila dipertemukan terjadi permusuhan, maka mereka akan dijinakkan." Allah kemudian menurunkan demam kepada macan sehingga ia disibukkan dengan sakitnya.

Nabi Nuh As menempatkan burung-burung pada tingkat bawah kapal, binatang liar pada tingkat tengah, sedangkan beliau dan orang-orang yang bersamanya pada tingkat atas. Pada saat itu Nabi Nuh As. sudah merasa nyaman dalam kapal dan semua yang diperintahkan telah dimasukkan.  Menurut sebagian pendapat, hal itu terjadi setelah usia Nabi Nuh As menginjak enam ratus tahun.  Namun pendapat ini bertentangan dengan penjelasan dalam surah Al Ankabut, 29: 14, yang menjelaskan bahwa usia Nuh mencapai 950 tahun.
(Ibnul Asir Al-Jazari, Al-Kamil fit Tarikhi, Jilid 1: 56-57)


Sumber: Al-Qur'anul Karim, al Haramain, Tafsir ringkas ayat-ayat pilihan, hal. 226, Cordoba, Edisi Cetak Kesebelas, April 2016

No comments:

Post a Comment